Para orang tua dan nenek moyang kita dengan pengetahuan dan peralatan yang sederhana telah mampu mengatasi problem kesehatan. berbagai macam penyakit dan keluhan ringan maupun berat diobati dengan memanfaatkan ramuan dari tumbuh-tumbuhan tertentu yang mudah di dapat di sekitar pekerangan rumah, dan hasilnya pun cukup memuaskan,dan Kelebihan dengan menggunakan ramuan tumbuhan secara tradisional tersebut ialah tidak adanya efek samping yang ditimbulkan, seperti yang terjadi pada pengobatan kimiawi.
Para ahli dari berbgi negarapun tidak henti-hentinya mengadakan penelitian dan pengujian berbagai tumbuhan yang secara tradisional di pakai untuk penyembuhan penyakit tertentu. Hasil dari penelitian dan pengujian secara ilmiah tersebut disimpulkan bahwa penggunaan tumbuhan tertentu sebagai ramuan obat untuk penyakit tertentu dapat di pertanggung jawabkan.sebab,dari penelitian dan pengujian para ahli, telah diketahui adanya komposisi kandungan kimiawi obat-obatan yang terdapat pada jenis tumbuhan tertentu yang telah lama dipakai oleh nenek moyang kita sebagai ramuan obat tradisional. Obat-obatan tradsional selain menggunakan bahan-bahan ramuan tertentu yang mudah didapat di sekitar perkarangan rumah kita,juga tidak membahayakan si pasien dan mudah di buat atau di kerjakan oleh siapa saja.berikut ini adalah 20 jenis tanaman dan khasiatnya
1.Tapakdara
Tapakdara banyak di pelihara sebagai tanaman hias, dan tapakdara sering di bedakan menurut jenis buah nya,yaitu putih dan merah, tumbuhan semak tegak yang dapat tumbuh mencapai 100 cm ini, sebenarnya tumbuhan liar yang bisa tumbuh subur di padang atau pedesaan yang beriklim tropis.
Ciri-ciri tumbuhan tapakdara: memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. daun nya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan dikrarifikasikan berdaun tungal.
Tumbuhan tapakdara dari akar, batang, daun hingga bunga mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan.antara lain: Diabetes melitus, Hipertensi (tekanan darah tinggi), Asma dan Bronkitis, adan luka bakar.
Ciri-ciri tumbuhan tapakdara: memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. daun nya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan dikrarifikasikan berdaun tungal.
Tumbuhan tapakdara dari akar, batang, daun hingga bunga mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan.antara lain: Diabetes melitus, Hipertensi (tekanan darah tinggi), Asma dan Bronkitis, adan luka bakar.
2. Melati
Melati termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat, bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunanakan untuk berbagai kebutuhan seperti; tatarias pengantin, pengarum ruangan dan sebagai tanaman hias.Melati dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur, dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asal mendapat cukup sinar matahari,
Melati dapat di kembang biakan dengan cara di stek, dan setelah 6 minggu akan tampak tunas-tunas baru Dan Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan, antara lain: Menghentikan asi yang keluar berlebihan, Sakit mata, Demam dan Sakit Kepala dan sesak napas.
3. Wijayakusuma
Wijayakesuma termasuk jenis kaktus, Tanaman kaktus dapat hidup subur di ndaearah sedang sampai tropis, Demikian juga tanaman wijayakesuma. Bunga wijayakesuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakesuma berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan.Pada umumya tanaman jenis kaktus sukar untuk di tentukan morfologinya tetapi wijayakesuma dapat di lihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya,
Setelah tanaman ini berumur tua batang pohon wijayakesuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan pemukaan daun halus tidak berduri, lain halnya dengan kaktus-kaktus pada umumnya, pada setiap tepian daun wijayakesuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga.
Wijayakesuma dapat tumbuh baik di tempat yang tidak terlalupanas, Tumbuhan wijaya kesuma sangat ampuh untuk meredam rasa sakit dan mampu menetralisasi membekukan darah. Wijayakesuma juga memiliki daya yang dapat mempercepat masaknya luka abses.
4. Seledri
Seledri dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi, Tumbuhan seledri di kategorikan sebagai sayuran, Tembuhan berbonggol yang memiliki batang basah bersusun ini, dapat di bedakan menjadi beberapa jenis dan di antaranya seledri yang umbinya dapat di makan.Di indonesia daun seledri digunakan untuk perlengkapan sayuran (mie, untuk sup). Bagi bangsa Romawi kuno, tumbuhan seledri digunakan sebagai karangan bunga. menurut ahli sejarah botani, daun seledri telah di manfaat kan sebagai sayuran sejak abad XXVII atau tahun 1640 dan di akui sebagai tumbuhan obat secara ilmiah baru pada tahun 1942, pengembang biakan daun selesri sangat mudah, yaitu melalui bijinya atau pemindahan anak rumpunya,
Seledri mempunyai banyak kandungangizi antara lain: mengandung 20 kalori per 100 gram, protein 1 gram per 100 gram, lemak 0,1 per 100 gram, hidra arang 4,6 gram per 100 gram, kalsium 50 mili gram per 100 gram, fosfor 40 mili gram per 100 gram, besi 1 gram per 100 gram, dan nilai fitamin A 130 SI per 100 gram, fitamin B1 0,03 mili gram per 100 gram, fitmin C 11 mili gram per 100 gram, dan 60% bagian dapat di makan.
Daun seledri juga banyak mengandung apiin, di samping substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing. serta dapat mengobati hipertensi, sakit mata kering da rematik.
5. Bayam duri
Bayam duri termasuk jenis tanaman amaranth. tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mecapai 1 meter, sebagai tanda khas tumbuhan bayam duri, tepat nya di bagian batang pohon di pangkal tangkai daun terdapat duri.Bentuk daunya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau, bunga nya berbentuk bunga bongkol dan berwarna hijau muda atau kuning.
Bayam duri banyak tumbuh secara liar di perkarangan rumah, di ladang atau di pinggiran jalan-jalan kampung. bayam duri tumbuh baik ditempat-tempat yang cukup sinar matahari. Tumbuhan Bayam duri mengandung unsur zat besi dan mengandung senyawa-senyawa kimia yang sangat di butuhkan oleh tubuh manusia. antara lain untuk pengobatan, kencing nanah, kencing tidak lancar, gangguan pernapasan dan bronkhitis, memproduksi asi dan tambah darah.
6. Kencur

Tanaman kencur dapat digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon, yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur didaerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air.
Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun hancur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan Bunga tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah. bibir bunga berwarna lembanyung dengan warna putih lebih dominan.
Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat di tanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka, Sel daun kecur dan rimpang kencur juga mengandung minyak yang disebut atsiri, selain itu rimpang rimpang kencur juga mengandung senyawa kimia diantaranya kamfer, borneol, sineol dan etil alkohol, dan bisa untuk mengobati, antara lain Radang Lambung, Radang anak telinga, influensa pada bayi, dan masih banyak lagi lainya.
Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun hancur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan Bunga tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah. bibir bunga berwarna lembanyung dengan warna putih lebih dominan.
Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat di tanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka, Sel daun kecur dan rimpang kencur juga mengandung minyak yang disebut atsiri, selain itu rimpang rimpang kencur juga mengandung senyawa kimia diantaranya kamfer, borneol, sineol dan etil alkohol, dan bisa untuk mengobati, antara lain Radang Lambung, Radang anak telinga, influensa pada bayi, dan masih banyak lagi lainya.
7.Kunyit
Kunyit adalah tanaman terna tahunan, hampir diseluruh pulau jawa kunyit tumbuh dan berkembang secara liar di semak-semak hutan jati. Kunyit merupakan tumbuhan subtropis sampai tropis dan tubuh di dataran rendah lebih kurang 90 meter sampai ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.Kunyit memiliki batang pohon semu dan basah, daun mirip dengan tumbuhan jenis pisang-pisangan rimpang nya memiliki banyak cabang dengan kulit luarnya berwarna jingga kecoklatan, Buah daging rimpang kunyit berwarna jingga kekuning-kuningan.
Di Indonesia rimpang kunyit di gunakan untuk bumbu masak. Di Eropa, kunyit dipakai sebagai bahan baku kosmetik atau pewarna makanan. Tinggi tanaman mampu mancapai 1 meter dan bunganya muncul dari pucuk batang semu dengan panjang sekitar 10-15 cm dan berwarna putih, dan kunyit dapat di manfaatkan untuk pengobatan antara lain, penyakit Diabetes melitus, tifus, usus buntu, sakit keputihan, haid tidak lancar dan perut mulas pada saat haid,
8.Temulawak
Temulawak dapat di temukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutama pada tanah yang gembur, sehingga buah rimpang nya mudah berkembang menjadi besar.Temulawak juga termasuk jenis jenis tumbu-tumbuhan herba yang batang pohonya berbentuk batang semu yang tingginya bisa mencapai 2 meter. daunya lebar pada setiap helsisn di hubungksan dengan pelepah dan tangkai daun agak panjang.
Temulawak mempunyai bunga yang unik(bergrombol) dan warna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama telah di kenal sebagai bahan ramuan obat. beraroma tajam berwarna khas, dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan.
Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau sering di sebut minyak menguap. kemudian minyak atsiri, kamfer, glokosida, fuluylmetik, karbinol. dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini, bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflasi (anti radang) dan anti hepatotoksit (anti keracunan empedu).
9.Mengkudu.

Mengkudu, termasuk jenis kopi-kopian, mengkudu dapat tumbuh pada daerah dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 di atas permukaan laut.
Mengkudu yang tersebar luas di kepulauan Pasifik dan India, ternyata tumbuhan asli dari indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan ketinggian pohon 3-8 meter,
Daunya tersusun berhadapan, dan bunganya berbetuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. buahnya berwarna hijau mengkilapdan berwujud buah buni bentuk lonjong, dengan fariasi trotol-trotol. bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buahnya.
Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau di pelihara orang di pinggir-pinggiran kebun rumah, Buah Buni Mengkudu, yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap. namun demikian buah buni tersebut ternyata mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. adapun kandungan tersebut antaralain: morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sonya ridiol.
Mengkudu yang tersebar luas di kepulauan Pasifik dan India, ternyata tumbuhan asli dari indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan ketinggian pohon 3-8 meter,
Daunya tersusun berhadapan, dan bunganya berbetuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. buahnya berwarna hijau mengkilapdan berwujud buah buni bentuk lonjong, dengan fariasi trotol-trotol. bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buahnya.
Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau di pelihara orang di pinggir-pinggiran kebun rumah, Buah Buni Mengkudu, yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap. namun demikian buah buni tersebut ternyata mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. adapun kandungan tersebut antaralain: morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sonya ridiol.
Asam jawa merupakan sebuah kultifar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. batang pohonya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunya rindang, daun asam jawa bertangkai panjangsekitar 17 cm dan bersirip genap. bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dan rasa khas asam. dan memiliki biji dalam daging buahnya.Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tatrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. buah asam jawa yang masak di pohon mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 grm, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C2 miligram per 100 gram, kulit bijinya mengandung pholbatanin, dan bijinya mengandung albuminoit dan pati.
Demikianlah artikel ini saya buat, berdasarkan dari segala narasumber, yang telah menguji dengan berbagai penelitianya, dan berdasarkan pengalaman-pengalaman nenek moyang kita yang telah mempraktekan ramuan-ramuan obat-obatan tradisional,
Maka dari itu saya selaku admin menuliskan serta melestarikan apa yang pernah di lakukan para laluhur di dalam menjaga kesehatanya, dan sampai sekarang pun masih banyak para penduduk pedesaan yang masih melestarikan penggunaan pengobatan-pangobatan tradisional, dan lain waktu saya akan menuliskan dengan khasiat dan cara penggunaanya,
Maka dari itu saya selaku admin menuliskan serta melestarikan apa yang pernah di lakukan para laluhur di dalam menjaga kesehatanya, dan sampai sekarang pun masih banyak para penduduk pedesaan yang masih melestarikan penggunaan pengobatan-pangobatan tradisional, dan lain waktu saya akan menuliskan dengan khasiat dan cara penggunaanya,


0 komentar:
Posting Komentar